ANALISIS SALURAN PEMASARAN IKAN LELE DUMBO (CLARIAS GARIPINUS) DI DESA WATES, KECAMATAN TANJUNGANOM, KABUPATEN NGANJUK
ANALISIS SALURAN PEMASARAN IKAN LELE DUMBO (CLARIAS GARIPINUS) DI DESA WATES, KECAMATAN TANJUNGANOM, KABUPATEN NGANJUK
Suwinda Fibriani*
Manajemen Agribisnis, Politeknik Negeri Jember, Jember
Dwi Putri Sunaryanti
Manajemen Agribisnis, Politeknik Negeri Jember, Jember
DOI: https://doi.org/10.19184/bisma.v19i2.53719
ABSTRACT
Dumbo catfish (Clarias gariepinus) is a popular freshwater species with high market value. To optimize farmers’ profits, effective marketing strategies are essential to ensure smooth product distribution. The success of catfish farming depends not only on breeding and rearing techniques but also on an integrated marketing system. This study aims to identify the marketing channel patterns and the roles and functions of marketing institutions involved in the distribution of dumbo catfish in Wates Village, Tanjunganom District, Nganjuk Regency. A descriptive method was employed, with research locations selected purposively and classified into rural and urban areas. Farmer respondents were selected using purposive sampling, while consumer respondents were chosen through random sampling. Primary data were collected through structured interviews using questionnaires, and secondary data were obtained from relevant institutions and the Badan Pusat Statistik (BPS) of Nganjuk. The findings reveal four marketing channel patterns. The first channel is the most efficient, with a marketing margin of IDR 2,700/kg and the highest Farmer Share at 89.90%. The highest profit was found in the second channel, at 10.48%. Each marketing institution—farmers, collectors, wholesalers, and retailers—plays a vital role in exchange, physical, and facilitating functions.
Keywords: Marketing Channels, Farmer Share, Margin, Dumbo Catfish.
ABSTRAK
Lele dumbo (Clarias gariepinus) adalah ikan air tawar yang banyak diminati dan memiliki nilai jual tinggi. Untuk meningkatkan keuntungan pembudidaya diperlukan strategi pemasaran yang tepat agar distribusi berjalan lancar. Keberhasilan budidaya lele tidak hanya bergantung pada pembibitan dan pembesaran, tetapi juga pada sistem pemasaran yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola saluran pemasaran serta tugas dan fungsi lembaga pemasaran lele dumbo di Desa Wates, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan lokasi yang ditentukan dan dikelompokkan ke dalam wilayah pedesaan dan perkotaan. Responden pembudidaya dipilih menggunakan metode purposive sampling, sedangkan konsumen menggunakan random sampling. Data primer dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuisioner sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi terkait serta BPS Kabupaten Nganjuk. Hasil penelitian menunjukkan adanya empat pola saluran pemasaran. Saluran pertama adalah yang paling efisien dengan margin Rp2.700/kg dan Farmer Share sebesar 89,90%. Sementara itu, keuntungan tertinggi terdapat pada saluran kedua yaitu sebesar 10,48%. Setiap lembaga pemasaran memiliki peran penting dalam mendukung proses distribusi ikan lele dumbo diantaranya adalah pembudidaya, pedagang pengepul, pedagang besar, dan pedagang eceran memiliki peran dalam fungsi pertukaran, fisik, dan fasilitas.
Keywords: Saluran Pemasaran , Farmer Share, Margin, Lele Dumbo
Published
31-07-2025
Issue
Vol. 19 No. 2 (2025) Bisma: Jurnal Bisnis dan Manajemen
Pages
129-139
License
Copyright (c) 2025 Bisma: Jurnal Bisnis dan Manajemen