PERMASALAHAN DAN SOLUSI PENGEMBANGAN DESA WISATA GAMPONG NUSA ACEH BESAR BERBASIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
PERMASALAHAN DAN SOLUSI PENGEMBANGAN DESA WISATA GAMPONG NUSA ACEH BESAR BERBASIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Wanti Nur Jadidah*
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Negeri Semarang, Semarang
Sucihatiningsih Dian Wisika Prajanti
Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Negeri Semarang, Semarang
Fadly Husain
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Negeri Semarang, Semarang
DOI: https://doi.org/10.19184/bisma.v20i1.60002
ABSTRACT
This article aims to identify problems encountered in the development of the Gampong Nusa Aceh Besar tourism village based on community empowerment and to formulate solutions to overcome them. The research uses a qualitative approach with a case study in Gampong Nusa, Lhoknga District, Aceh Besar Regency. Informants were selected using purposive sampling techniques, involving the village head, the management of the Nusa Tourism Institute (LPN), and the community involved in the management of the tourism village. Data collection was carried out through structured and in-depth interviews, direct observation, and document studies. Data analysis used the Miles and Huberman model, which consists of data reduction, data presentation in narrative form, and conclusion drawing. The results of the study show that the main challenge in developing tourism villages is the negative perception of the community, which considers tourism synonymous with immorality. This challenge was successfully overcome through the approach of Islamic values of rahmatan lil alamin and a transparent profit-sharing system (20% for the institution, 80% for the community). Based on the 4A components of tourism, Attractions, accessibility, and ancillaries are functioning optimally, but Amenitiesstill need development, especially culinary facilities. The implications of this study show the importance of financial management transparency and a local cultural values approach in building community trust, as well as the need for complete supporting facilities to increase tourist satisfaction and the sustainability of tourism villages based on Community Based Tourism (CBT).
Keywords: Community-Based Tourism, Tourism Village, Gampong Nusa, Community Empowerment, Village Development.
ABSTRAK
Artikel ini bertujuan mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan desa wisata Gampong Nusa Aceh Besar berbasis pemberdayaan masyarakat serta merumuskan solusi untuk mengatasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus di Gampong Nusa, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar. Pemilihan informan dilakukan melalui teknik purposive sampling yang melibatkan kepala desa, pengurus Lembaga Pariwisata Nusa (LPN), dan masyarakat yang terlibat dalam pengelolaan desa wisata. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur dan mendalam, observasi langsung, serta studi dokumen. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data dalam bentuk naratif, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama pengembangan desa wisata adalah persepsi negatif masyarakat yang menganggap pariwisata identik dengan kemaksiatan, yang berhasil diatasi melalui pendekatan nilai Islam rahmatan lil alamin dan sistem bagi hasil transparan (20% untuk lembaga, 80% untuk masyarakat). Berdasarkan komponen 4A pariwisata, atraksi, aksesibilitas, dan ancilliary telah berjalan optimal, namun Amenitiesmasih memerlukan pengembangan, khususnya fasilitas kuliner. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya transparansi pengelolaan keuangan dan pendekatan nilai budaya lokal dalam membangun kepercayaan masyarakat, serta perlunya kelengkapan fasilitas pendukung untuk meningkatkan kepuasan wisatawan dan keberlanjutan desa wisata berbasis Community Based Tourism (CBT).
Keywords: Community Based Tourism, Desa Wisata, Gampong Nusa, Pemberdayaan Masyarakat, Pengembangan Desa.
Published
31-03-2026
Issue
Vol. 20 No. 1 (2026) Bisma: Jurnal Bisnis dan Manajemen
Pages
27-40
License
Copyright (c) 2026 Bisma: Jurnal Bisnis dan Manajemen